Begini Cara Keluar dari Jerat Pinjaman Online dan Konsekuensinya




Memiliki pinjaman online menjadi sebuah solusi ketika membutuhkan dana tunai secara cepat tanpa agunan. Namun, memiliki hutang dan bunga yang tinggi akan membuat pengguna kesulitan dalam membayarnya. Akibatnya, tak sedikit pengguna terlilit hutang besar dan berusaha mencari cara keluar dari jerat pinjaman online. 

Jika sobat Quena tidak membayar tepat waktu, pengguna akan diteror oleh penyedia jasa pinjaman online. Perbuatan seperti ini dapat mengakibatkan ketidaknyamanan bagi siapa saja yang terlilit hutang. Untuk itu, jangan pernah mengabaikan tagihan pinjaman online jika tidak sanggup membayarnya. Berikut beberapa tips cara keluar dari jerat pinjaman online dengan aman:

Cara Keluar dari Jerat Pinjaman Online

Kesulitan dalam membayar cicilan sering dialami oleh pengguna yang sedang terjadi masalah ekonomi. Hal ini harus segera diatasi secepatnya agar bunga pinjaman tidak bertambah setiap harinya. Penyedia pinjaman online akan menghubungi terus-menerus untuk menagih cicilan yang belum dibayar. Cara keluar dari jerat pinjaman online bisa dilakukan dengan cara seperti ini:

1. Hindari Mengajukan Pinjaman Baru

Dalam kasus ini, hindari untuk melakukan sistem gali lubang tutup lubang. Alias menutup hutang lama dengan membuka hutang baru. Cara ini akan membuat seseorang terjerat hutang yang tiada akhir. Pinjaman baru memiliki bunga yang jauh lebih tinggi dibandingkan pinjaman yang lama. Selain itu, ada biaya administrasi yang harus dibayar diawal.

2. Mencari Penghasilan Tambahan

Jika pekerjaan utama belum mencukupi untuk membayar hutang pinjaman online. Ada baiknya mencoba mencari pekerjaan tambahan guna untuk membayar cicilan dan untuk keperluan lainnya. Contoh usaha yang bisa dilakukan adalah berjualan online atau offline, menjual jasa keahlian, menjual makanan, dan masih banyak lagi. Jenis usaha ini bisa dilakukan kapan pun. 

3. Prioritaskan Cicilan

Jika berani meminjam, maka harus berani juga untuk melunasinya. Sisihkan anggaran untuk membayar cicilan terlebih dahulu. Selanjutnya, gunakan uangnya untuk kebutuhan sehari-hari. Cara ini dapat memudahkan pengguna dalam mengelola keuangan.  Jika memiliki uang lebih, sisihkan dan bayarkan cicilan untuk bulan selanjutnya agar mengurangi tenor waktu pinjaman. Sehingga, hutang cepat lunas.

4. Mencoba Hidup Berhemat

Mengikuti perkembangan zaman memang tidak ada habisnya. Tidak ada salahnya jika hidup tidak mengikuti gaya yang ada saat ini. Tidak perlu mengikuti tren yang ada dan berhematlah. Lebih baik uang yang ada untuk disimpan. Jika berhemat, maka uang akan terus terkumpul untuk melunasi cicilan yang ada.

5. Cerita Pada Keluarga Terdekat

Jika cara diatas masih belum bisa mencukupi untuk melunasi hutang, ada baiknya bicarakan dengan keluarga terdekat. Katakan mengapa bisa terjerat hutang dan minta bantuan untuk pinjaman uang. Jika sudah dibayarkan, maka segera lunasi hutang tersebut ke keluarga yang meminjamkan uang.

6. Menjual Barang Berharga

Jika tak ada satupun yang menolong, cara keluar dari jerat pinjaman online bisa dilakukan dengan menjual barang berharga. Hal ini akan mengurangi cicilan hutang yang dimilikinya. Penjualan barang berharga lebih aman dilakukan untuk melunasi hutang meskipun harus kehilangan aset yang dimiliki. 

7. Negosiasi Dengan Penyedia Jasa Pinjaman Online

Coba tanyakan kepada Customer Service apakah bisa untuk melakukan negosiasi. Negosiasi yang dimaksudkan adalah perpanjangan waktu pelunasan dari jatuh tempo tenor. Misal tenor yang ditetapkan semula adalah 1 tahun, coba tawarkan menjadi 1,5 tahun pelunasan. 

Tips agar Tidak Terjerat Pinjaman Online

Semua orang pasti ingin hidup tenang dan berkecukupan tanpa adanya hutang. Namun, keadaan mendesak kerap kali membuat arus keuangan menjadi kacau. Alhasil, meminjam dengan cara online menjadi solusi tercepat. Sebelum melakukan pinjaman online, pastikan untuk lebih teliti lagi dalam memilih penyedia jasa. Berikut ini ada tips agar tidak terjerat pinjaman online yang bisa dilakukan:

  • Selektif dalam memilih aplikasi pinjaman online. Dalam hal meminjam uang, ada baiknya mencari informasi terlebih dahulu mana aplikasi yang aman. Aplikasi fintech yang aman dan terpercaya pasti akan selalu diawasi oleh OJK dan Bank Indonesia. Hindari aplikasi ilegal dengan memberikan iming-iming bunga murah. Pilihlah aplikasi yang legal agar data peminjam akan selalu aman. 
  • Ambil pinjaman online untuk kebutuhan darurat. Tidak ada salahnya meminjam uang secara online jika sedang terjadi keadaan darurat. Tetapi, disarankan untuk tidak ketergantungan dengan pinjaman online supaya tidak kesulitan saat membayarnya. Selain itu, gunakan dana tunai tersebut untuk hal yang benar-benar darurat, seperti biaya pengobatan, sekolah, maupun modal usaha. 
  • Hitung kemampuan hutang dengan pemasukan. Sebelum berniat melakukan pinjaman online, ada baiknya untuk menghitung kemampuan dalam meminjam. Persentase dalam jumlah pemasukan seperti 70% untuk kebutuhan pokok, 30% kebutuhan hutang. Jangan memberatkan cicilan jika tidak mau terjerat hutang pinjaman online. Semakin kecil cicilan akan semakin baik dalam mengelola keuangan. Pastikan selalu mempunyai dana darurat.
  • Pilih aplikasi pinjaman online dengan bunga kecil. Dalam meminjam uang, tentu tidak ingin membayar bunga yang besar. Apalagi adanya biaya administrasi di awal pengajuan yang membuat limit pinjaman berkurang. Oleh karena itu, teliti dan bandingkan dengan aplikasi lainnya yang memiliki suku bunga terendah. Pastikan aplikasi tersebut legal dan banyak pengguna yang memakai aplikasi tersebut.
  • Mencatat tanggal pembayaran serta tenor pinjaman. Bagi sebagian orang, lupa dalam membayar cicilan pasti sering terjadi. Oleh karena itu, pentingnya mengingat batas tanggal cicilan setiap bulannya agar tidak terkena denda keterlambatan. Lebih baik membayar sebelum jatuh tempo. Jangan meremehkan denda pinjaman online. Denda dalam setiap penyedia jasa pinjaman online bisa mencapai 3-5% dan belum termasuk bunganya. 

Konsekuensi Jerat Pinjaman Online

Segala perbuatan pasti ada akibatnya. Begitu juga dengan melakukan pinjaman online. Berani meminjam, maka berani pula untuk melunasinya. Maka dari itu, cara keluar dari jeratan pinjaman online yaitu harus melunasi cicilannya tepat waktu. Konsekuensi jerat pinjaman online sangatlah beresiko dan membahayakan. Berikut konsekuensi yang harus diketahui pengguna pinjaman online:

Informasi debitur langsung ditangani OJK. Akibat tidak membayar cicilan tepat waktu, debitur akan dimasukkan ke dalam daftar hitam pada Sistem Layanan Informasi Keuangan. Hal ini mengakibatkan debitur tidak dapat mendaftar pengajuan pinjaman online di platform mana pun. 

Sistem penagihan tiada henti. Jika debitur telat membayar cicilan selama sehari, biasanya pihak pinjaman online akan menghubungi sampai ada jawaban kepastian membayar. Jika sudah berbulan-bulan tidak dibayar, jangan terkejut jika akan ada debt collector yang mendatangi rumah debitur untuk menagih pembayaran. 

Cara keluar dari jeratan pinjaman online bisa dilakukan jika debitur membayar tepat waktu. Terkadang ada saja masalah ekonomi yang menyulitkan pembayaran serta ada yang melalaikan pembayaran. Padahal jika telat membayar sehari, debitur akan dikenakan denda dan bunga. Segeralah keluar dari jeratan pinjaman online agar tidak menjadi masalah serius. 


0 Comments

Posting Komentar