10 Resiko Kabur Dari Pinjaman Online, Jangan Coba-coba!







Kemudahan memperoleh pinjaman memang kini sangat dibantu dengan adanya internet, bahkan kini banyak pinjaman online yang berizin resmi. Akan tetapi, peminjam perlu mengetahui resiko kabur dari pinjaman online karena hal ini akan menyangkut berbagai aspek di dalamnya. Ditambah juga data diri yang berkaitan dengan privasi pribadi pengguna pinjaman online tentu sangat rentan ditelusuri.

Hal utama yang perlu diketahui adalah mengenai kemampuan dan konsep pembayaran cicilan, sebab ini biasanya yang paling banyak muncul masalah. Sebisa mungkin sebelum melakukan pinjaman online, konsultasikan terlebih dahulu kepada pasangan atau keluarga yang terdekat. Nah, di bawah ini akan ada resiko kabur dari pinjaman online yang dihadapi oleh pengguna jika tidak membayarnya, antara lain:

1. Tercatat Sebagai Peminjam Pada Daftar Nama Hitam yang Bereputasi buruk

Sepertinya hal ini akan berlaku ketika peminjam melakukan pinjaman online yang legal dengan izin resmi OJK dan tentu saja aturannya diatur. Untuk itu OJK sendiri juga memiliki berbagai arsip yang berisi daftar nama hitam dan tidak direkomendasikan atau diizinkan untuk dipilih sebagai peminjam.

Nah, pada taraf ini, jika peminjam sudah masuk ke daftar nama hitam maka akan sulit untuk meminjam uang kembali. Seluruh pinjaman online yang terdaftar juga akan menolak ketika melihat bahwa calon peminjamnya terdaftar pada blacklist OJK. Oleh karena itu, hal ini sangat mempengaruhi pengguna terlebih lagi jika ada niat untuk meminjam kembali di masa depan.

Daftar nama hitam memang sangat berpengaruh terhadap pertimbangan perusahaan untuk menerima seseorang sebagai peminjam atau tidak. Seperti yang diketahui blacklist atau daftar nama hitam merupakan history atau riwayat peminjaman seseorang. Resiko kabur dari pinjaman online satu ini mungkin dapat dibilang paling beresiko.

2. Bunga Hutang Peminjaman Semakin Naik

Biaya layanan pinjaman tentunya sangat umum digunakan dan seringkali disebut sebagai bunga pinjaman yang mengharuskan peminjam membayar lebih. Umumnya bunga pinjaman telah didiskusikan dan ditetapkan oleh perusahaan pinjaman online dengan beberapa peraturan tertentu. Bunga pinjaman tentu saja semakin bertambah jika tidak dibayarkan, misalnya 200 ribu untuk satu bulan akan menjadi 1 juta untuk 5 bulan.

3. Mempersulit Hidup dan Dapat Menurunkan Kesehatan Diri

Resiko kabur dari pinjaman online selanjutnya adalah mempersulit kondisi dan dapat menurunkan kesehatan diri, namun hal ini kembali kepada masing-masing orang. Ketidakmampuan untuk membayar hutang dapat berasal atau menyebabkan pengelolaan kondisi keuangan yang tidak baik. Selain itu, ketika seseorang terlalu memikirkan hutan yang terus bertambah maka dapat menurunkan kesehatan karena kondisi stress yang muncul.

Hal ini juga dapat terjadi apabila peminjam merasa ketakutan dan terus waspada sebab selalu dikunjungi oleh penagih hutang. Resiko kabur dari pinjaman online ini mungkin akan terus ada hingga peminjam dapat melunasi sisa pinjaman yang ada.

4. Mengganggu Hubungan dengan Keluarga dan Teman

Biasanya pinjaman online yang resmi dan di bawah naungan OJK akan meminta berbagai daftar nama dan kontak dari keluarga atau teman terdekat. Ketika peminjam tidak mampu untuk membayar atau dihubungi, maka perusahaan akan mencoba untuk mengontak teman atau keluarga.

Hal ini juga akan terus berlanjut dan memunculkan gangguan pada hubungan yang menjadi resiko kabur dari pinjaman online berikutnya. Faktor utamanya adalah orang yang menjadi teman atau keluarga tersebut tidak meminjam, namun selalu menjadi kontak yang dihubungi. Ditambah perbedaan kegiatan dan aktivitas setiap orang belum tentu dapat dihubungi atau diganggu setiap waktu.

5. Penyitaan Barang Rumah Tangga yang Berharga

Berikutnya adalah resiko kabur dari pinjaman online apabila kontak keluarga atau teman terdekat tidak dapat dihubungi, serta peminjam tidak kunjung membayar. Setiap data yang diberikan kepada perusahaan pinjaman online tentunya menjadi milik dan data perusahaan. Salah satunya adalah alamat rumah yang dapat menjadi cara terakhir untuk mengembalikan uang perusahaan karena peminjam memang terfokus pada keuntungan.

Hal ini juga dapat mempengaruhi kondisi anggota keluarga lainnya sebab kehilangan barang berharga secara mendadak akan menuntut untuk merelakannya tiba-tiba. Terlebih lagi bagi beberapa barang berharga yang memiliki kenangan khusus yang dapat berdampak buruk bahkan pada kesehatan maupun semangat hidup.

6. Dikunjungi dan Ditunggu Oleh Penagih Hutang

Selanjutnya ada hal yang mungkin sudah diketahui masyarakat luas yaitu dikunjungi oleh penagih hutang atau disebut juga sebagai debt collector. Pekerjaan penagih hutang memang dituntut untuk dapat memperoleh uang dari peminjam hutang, namun biasanya tetap memiliki aturan ketika di lapangan. Akan tetapi, tidak seluruhnya debt collector akan terus bersabar untuk menunggu peminjam hutang untuk membayar.

Memang setiap perusahaan berbeda satu sama lain untuk urusan penagihan uang yang tidak kunjung dibayarkan. Biasanya aturan di lapangan mencakup beberapa tahap seperti kontak keluarga, peringatan, dan kunjungan ke rumah. Ketika penagih hutang tidak berhasil pada suatu tahap, maka akan beralih ke tahap lain.

7. Munculnya Sanksi Sosial di Lingkungan Tempat Tinggal

Berhubungan dengan resiko kabur dari pinjaman online pada poin sebelumnya, sanksi sosial bisa jadi muncul dan mencemarkan nama baik. Misalnya perlakuan dan aktivitas antara penagih hutan dan peminjam yang dapat menimbulkan kabar tidak sedap. Hal ini sebenarnya juga tergantung pada lingkungan tempat tinggal, namun sanksi sosial yang banyak terjadi biasanya menjadi bahan pembicaraan.

8. Jumlah Denda yang Terus Bertambah Ketika Tidak Mampu Membayar Hutang

Setelah sebelumnya disampaikan bahwa ada bunga yang semakin tinggi dan menumpuk apabila tidak dibayarkan secara rutin, serta menjadi kesulitan sendiri. Selain bunga, ternyata ada juga denda yang diberikan kepada peminjam yang tidak mampu membayar karena dianggap lalai dan melanggar kontrak. Hal ini akan semakin tinggi dan bertambah setiap bulannya, apabila peminjam tidak kunjung membayar hutang.

9. Tanggungan Di Akhirat

Beberapa kepercayaan dan agama yang ada di Indonesia memiliki hukum yang mengatur hutang ketika dunia, bahkan hingga dibawa ke akhirat. Hal ini sebenarnya kembali pada kepercayaan yang dianut oleh setiap peminjam mengenai tanggungan yang ada. Akan tetapi, hal ini juga tidak boleh dianggap sepele karena tidak ada yang tahu ada tidaknya kemungkinan pembalasan setelah kematian.

10. Tempat Kerja akan Dikunjungi Oleh Petugas Penagih Hutang

Resiko kabur dari pinjaman online yang terakhir adalah perusahaan akan berusaha untuk melakukan kontak, menghubungi, bahkan mengunjungi tempat peminjamnya bekerja. Hal ini biasanya dilakukan ketika peminjam, teman-teman, keluarga, atau tempat tinggalnya sulit untuk dikunjungi. Nah resiko satu ini dapat menyebabkan berbagai hal lainnya yang mungkin hadir seperti sanksi sosial di dunia kantor.

Beberapa perusahaan juga biasanya jarang memperbolehkan orang asing untuk masuk atau menagih hutang pada seseorang. Bisa jadi ini akan membuat pemimpin perusahaan kurang menyukainya atau menjadi resiko lain ketika menghindar dari pinjaman online.

Setelah mengetahui berbagai resiko kabur dari pinjaman online yang mungkin dapat terjadi, alangkah baiknya untuk menjelaskan kepada pihak bersangkutan. Hal ini mungkin dapat dilakukan terlebih dahulu, dibanding peminjam kabur tanpa alasan dan hidup dalam kewaspadaan. Selain itu, usahakan jangan meminjam uang lagi untuk mengembalikan pinjaman uang karena akan berdampak buruk pada kondisi keuangan.


0 Comments

Posting Komentar