7 Cara Menghilangkan Jejak dari Pinjaman Online


Bagi sebagian orang, keberadaan aplikasi pinjol dianggap sebagai solusi instan untuk mendapatkan uang saat kebutuhan mendadak. Namun tanpa disadari, setelahnya terdapat dampak negatif karena aplikasi tersebut bisa mengakses data-data pribadi. Untuk mengatasinya, ada beragam cara menghilangkan jejak dari pinjaman online. Sehingga nantinya terbebas dari teror-teror mengancam berbagai fintech pinjol.

Agar bisa menarik minat para nasabah, kebanyakan aplikasi pinjol memang memberikan tawaran-tawaran yang menggiurkan. Misalnya saja kemudahan dalam melakukan pinjaman hingga proses pengembalian yang tidak repot. Tapi ternyata ada beberapa kebijakan dari pinjaman online yang dirasa merugikan. Alasan inilah yang membuat nasabah sering merasa dirugikan.

Informasi milik nasabah kerap disalahgunakan oleh pihak pemberi pinjaman online untuk tindakan negatif. Karena memang semua data yang terekam dalam aplikasi bisa diakses. Belum lagi jika debt collector menagih nasabah dengan meneror hingga mengancam. Sebab itulah, Sobat Quena bisa mencoba cara-cara yang diterangkan di bawah.

Mengapa Menghilangkan Jejak dari Pinjaman Online?

Sebaiknya pahami dulu hal-hal yang menjadi penyebab sebelum membahas lebih jauh mengenai cara menghilangkan jejak dari pinjaman online. Meskipun dianggap sebagai solusi praktis, sebaiknya berpikirlah secara matang sebelum mengambil pinjol. Karena dua hal berikut wajib dijadikan sebagai pertimbangan:

1. Mendapatkan Teror

Jika mau berpikir, sebenarnya nilai keuntungan dari melakukan pinjaman online tergolong kecil. Malah risiko yang akan diterima, baik setelah mendapatkan pinjaman atau melunasi tagihan, tergolong besar. Karena ada kasus mantan customer yang terus diteror meskipun tagihannya sudah selesai dibayarkan. Notifikasi-notifikasi seperti promo baru selalu diterima melalui SMS maupun email.

Bagi nasabah yang masih memiliki tunggakan pengembalian pinjaman online, intensitas teror yang diterima kadang malah meningkat. Bukan hanya ditagih kepada si peminjam, tapi debt collector juga kerap mengirim teror kepada kerabat dan teman terdekat. Hal ini mungkin terjadi sebab pihak pemberi pinjaman bisa mengakses data yang ada pada ponsel pengguna.

Akses izin yang disetujui merupakan salah satu jalan semua data pribadi milik pengguna dapat diketahui, termasuk daftar kontak di smartphone. Ketika si peminjam tidak segera membayar, maka pihak debt collector akan menagihnya dengan mengirim pesan kepada kontak tersebut. Peristiwa ini pastinya membuat mental down dan merasa malu karena ketahuan memiliki pinjaman online.

Alasan inilah yang paling mendasari para nasabah ingin menghilangkan jejaknya. Sehingga nantinya, baik dari aplikasi ataupun fintech pinjaman online tidak dapat lagi mengakses data pribadinya. Selain itu, apabila sudah menyelesaikan tagihan, tidak akan menerima teror notifikasi-notifikasi tak penting mengenai promo yang menjerat untuk melakukan pinjol kembali.

2. Data Pribadi Disalahgunakan

Ketika mengakses aplikasi pinjaman online di smartphone, otomatis para pengguna diminta menyetujui semua akses yang diminta. Ketika proses registrasi pun pasti mengisi informasi dan data yang diperlukan. Mulai dari sinilah, ada beberapa pihak pemberi pinjol yang memanfaatkannya untuk melakukan tindakan negatif, seperti penipuan.

Penyalahgunaan data tersebut membuat para pengguna merasa dirugikan, terutama dari segi materi. Dan salah satu solusi untuk mengatasinya adalah melakukan cara menghilangkan jejak dari pinjaman online agar tidak ada data yang terekam. Terlebih lagi, apabila akses yang diminta berupa kontak dan nomor rekening nasabah. Bukankah ini berbahaya?

Belum lagi jika terjadi seperti kasus sebelumnya, yakni debt collector menagih melalui daftar kontak di smartphone. Tagihan dan ancaman yang disasarkan kepada orang lain membuat nama baik tercemar. Jadi buat Sobat Quena, berpikirlah secara bijak sebelum meminjam online. Jika sudah terlanjur, dapat mencoba cara menghilangkan jejak dari pinjaman online.

Mengenal Sistem Perizinan Pinjaman Online

Ketika membuka aplikasi pinjaman online pertama kali, coba perhatikan izin akses yang ditampilkan pada pop-up. Banyak orang yang mengabaikan tahapan ini dan langsung saja menekan tombol “Izinkan” tanpa berpikir. Padahal tanpa disadari, proses tersebut yang menjadi awal mula beberapa masalah datang, termasuk chat teror dan ancaman dari debt collector.

Apabila para calon nasabah tidak memberikan izin, secara otomatis nantinya tidak dapat membuat pinjaman online. Bahkan saat proses registrasi sudah mengalami kegagalan. Karena alasan ini, mau tidak mau mengizinkan akses yang diminta oleh aplikasi. Akibat kelalaian dari pihak pengguna sendiri, membuat informasi dan data-data pribadi dalam ponsel kecolongan.

Sebenarnya Otoritas Jasa Keuangan telah membuat standarisasi dari izin akses tersebut, yakni hanya menyasar pada lokasi dan kamera. Namun pada kenyataannya, banyak aplikasi pinjol yang melanggar dan meminta akses lain, termasuk data pribadi. Beberapa fitur yang biasanya diminta oleh aplikasi yaitu:

  • SMS: membaca dan mengirim pesan singkat.
  • Telepon: dipakai melakukan panggilan secara langsung kepada pengguna dan membuat voicemail.
  • Kontak: mengetahui semua kontak yang terdaftar dalam smartphone.
  • Kamera: mengambil video dan foto dari ponsel pengguna.
  • Jaringan: melihat jaringan WiFi yang tersambung.
  • Lokasi: mendeteksi lokasi pengguna yang berbasis pada GPS serta jaringan.
  • Membaca semua informasi, status ponsel, dan identitas pengguna.

Beberapa perizinan itulah yang akan merugikan pengguna di kemudian hari, karena privasinya sudah diketahui orang lain. Lebih bahaya lagi jika aplikasi meminta akses kepada internet banking, e-commerce, ataupun sosial media. Tapi bagaimana kalau terlanjur? Maka bisa mencoba melakukan cara menghilangkan jejak dari pinjaman online.

Menghilangkan Jejak dari Pinjaman Online

Ketika sudah menyelesaikan tagihan pinjol tapi masih sering terkena spam notifikasi, segeralah untuk mengatasinya. Ada 7 cara menghilangkan jejak dari pinjaman online yang dapat dicoba oleh Sobat Quena. Cara-cara berikut mungkin bisa menjadi solusi:

1. Menghapus Izin Aplikasi

Semua masalah akibat pinjaman online sebagian besar disebabkan oleh izin akses yang diminta sebelumnya. Apabila dinonaktifkan, tentu bisa meminimalisir adanya pencurian data. Langkah menghapus izin dari aplikasi pinjol adalah:

  • Bukalah Pengaturan dari ponsel.
  • Masuk ke menu Aplikasi Terinstal.
  • Temukan dan pilih aplikasi pinjaman online yang dijalankan.
  • Masuk lagi ke menu Perizinan Aplikasi.
  • Lihat opsi yang ditampilkan, lalu geser toggle ke kiri untuk menonaktifkan izin seperti SMS, telepon, kontak, dan lokasi.

Perlu diingat bahwa langkah ini hanya mematikan izin tersebut. Tapi mungkin saja data pengguna sudah terekam di dalam database penyedia pinjaman. Jadi pihak debt collector masih bisa menghubungi dan mengirim pesan kepada nasabah.

2. Menghapus Data Aplikasi

Langkah pencegahan berikutnya yang dapat dilakukan nasabah yaitu menghapus semua data dalam aplikasi. Sehingga secara otomatis tidak ada lagi data yang terekam dan aplikasi kembali seperti awal penggunaan. Jika membukanya lagi, pastikan tidak menyetujui lagi pop-up izin akses yang ditampilkan. Cara ini juga dapat meminimalisir adanya penyebaran data pribadi.

Data aplikasi dapat dihapus dengan mengakses menu Pengaturan dari smartphone. Setelah itu, lanjutkan dengan tahapan di bawah:

  • Masuklah ke bagian Manajemen Aplikasi.
  • Lalu ketuk aplikasi pinjol yang pernah digunakan.
  • Pilihlah menu Clear Cache.
  • Selain itu, klik pula fitur Clear Data.

3. Menghapus Aplikasi

Cara menghilangkan jejak dari pinjaman online ketiga yaitu menghapus sumber masalahnya, yakni aplikasi. Ketika melakukan uninstall, maka aplikasi tersebut tidak lagi memiliki akses terhadap fitur-fitur dalam smartphone pengguna. Pencopotan ini dapat dimulai dengan langkah-langkah berikut:

  • Masuklah ke Pengaturan.
  • Ketuk menu Aplikasi.
  • Cari dan pilih aplikasi pinjol yang mengganggu.
  • Lalu klik menu Uninstall.
  • Agar lebih maksimal, sebaiknya hapus pula akun-akun sosial media yang terpasang di smartphone.

4. Me-reset Smartphone

Jangan hanya melakukan restart, tapi cobalah juga untuk me-reset ponsel jika masih merasa ragu debt collector kembali meneror. Karena proses reset akan mengembalikan handphone pada keadaan seperti awal dan secara otomatis data-data yang ada hilang.

Apabila mempunyai berkas penting, dapat memindahkannya ke memori eksternal atau dicadangkan ke cloud storage. Tahapan dari me-reset ponsel adalah:

  • Masuk ke fitur Pengaturan.
  • Setelahnya, gulir layar dan cari menu Setelan Tambahan.
  • Gulir kembali dan klik pilihan Cadangkan & Setel Ulang yang ada di bawah.
  • Pada menu DATA PRIBADI yang paling bawah, ketuk Kembalikan ke setelan pabrik.
  • Nantikan prosesnya berjalan.

5. Mengganti Nomor Telepon

Agar cara menghilangkan jejak dari pinjaman online memberikan hasil maksimal, sebaiknya ganti nomor telepon yang terdaftar. Mungkin ada beberapa pengguna yang merasa sayang mengganti SIM Card karena sudah lama dipakai. Tapi cara ini memberikan peluang besar untuk lari dari teror. Tidak akan ada lagi pesan promo atau notifikasi yang muncul.

6. Menghubungi Call Center

Apakah merasa frustasi karena cara-cara yang disebutkan tidak memberikan hasil signifikan? Sebaiknya tenang dulu dan coba lakukan tips keenam ini. Apabila komitmen untuk menanggalkan pinjaman online sudah kuat, maka jangan lagi ada niatan untuk kembali. Segera lunasi semua tagihan, lalu sertakan pula bukti yang valid bahwa pembayaran telah lunas.

Selanjutnya cek call center milik pemberi pinjaman dan lakukan panggilan (biasanya terdapat dalam aplikasi). Buatlah permintaan agar data-data yang terekam dalam database untuk segera dihapus. Request juga bisa diajukan melalui fitur pesan email dan chat kepada customer service. Lakukan konsultasi mengenai penghapusan data dan nantikan respon menanggapi masalah ini.

7. Melaporkan pada Otoritas Jasa Keuangan

Penyalahgunaan data yang dilakukan oleh pihak pemberi pinjaman online memang sangat meresahkan dan menimbulkan kerugian materi. Biasanya ini timbul setelah nasabah menggunakan layanan yang diberikan dalam sebuah aplikasi pinjol. Jika mulai timbul spam dan hal-hal yang mencurigakan, sebaiknya segera melapor kepada Otoritas Jasa Keuangan, sebagai badan yang memiliki wewenang.

Setelah menerima laporan, biasanya pihak OJK akan melakukan peninjauan terhadap aplikasi pinjol tersebut. Aplikasi-aplikasi yang terbukti berada di luar naungan Otoritas Jasa Keuangan, maka bisa dipastikan bahwa itu ilegal. Untuk selanjutnya dilakukan pemblokiran. Laporan kepada OJK dapat dibuat melalui kontak berikut:

  • waspadainvestasi@ojk.go.id.
  • Nomor resmi: 157.
  • Kontak WhatsApp: 081157157157.
  • Official website: www.ojk.go.id.

Demikian uraian tentang cara menghilangkan jejak dari pinjaman online agar bisa keluar dari teror serta ancaman debt collector. Sebagai pengguna, harus mampu berpikir bijak dan tidak asal mengambil pinjol atau mengakses aplikasinya. Karena kelalaian saat memberikan izin akses dapat mengakibatkan kontak dan data pribadi lain ikut bocor, hingga disalahgunakan.

Jangan mudah terbujuk dengan kemudahan dan promo yang ditawarkan oleh pemberi pinjaman online. Karena ada beberapa pihak yang keluar dari perjanjian, seperti waktu penagihan yang tidak sesuai. Apabila sangat membutuhkan dan terpaksa mengambil pinjol, sebaiknya Sobat Quena pilih aplikasi yang benar-benar dinaungi oleh OJK.



0 Comments

Posting Komentar