Apakah Aman Jika Kartu ATM Tertelan? Jangan Panik, Ini Cara Mengatasinya



Ada banyak penyebab mengapa kartu ATM bisa tertelan mesin, sebagian bisa karena kesalahan pribadi seperti lupa PIN atau mesin ATM yang rusak namun bisa karena jaringan yang terganggu. Jika hal itu terjadi jangan panik karena ada banyak cara untuk mengatasinya.

Apakah aman jika kartu ATM tertelan? Jangan khawatir karena Bank akan secara otomatis memblokir kartu tersebut sehingga uang dalam rekening tetap aman. Tapi segeralah melapor pada Bank maksimum 1x24 jam agar bisa diurus penggantiannya juga membuka blokir yang dikenakan.

Jangan lupa mencatat letak atau alamat tempat kejadian kartu ATM tertelan hingga bisa ditelusuri. Jika nasabah terlambat atau tidak melaporkan kejadian tersebut dikhawatirkan jika ada transaksi yang terjadi setelah itu adalah tanggung jawab pemilik kartu.

Penyebab Kartu ATM Bisa Tertelan

Seperti yang disebutkan di atas kartu ATM bisa tertelan mesin karena berbagai alasan, sebagian karena kesalahan sendiri namun bisa juga karena mesin rusak atau jaringan sedang gangguan. Mari simak pembahasannya berikut ini:

1. Kesalahan PIN

Untuk melakukan transaksi di mesin ATM setiap nasabah harus memasukkan nomor PIN pilihan sendiri. Jika tidak sengaja membuat kekeliruan biasanya ada toleransi hingga 3x percobaan. Tapi jika sampai 3x masih salah atau lupa nomor, maka kartu ATM akan tertelan.

Hal tersebut adalah tindakan pencegahan dan keamanan agar orang yang menggunakan kartu ATM tersebut adalah pemilik rekening dan bukan orang lain tanpa ijin. Jika lupa lebih baik tidak melanjutkan memasukkan PIN sebelum masa 3x tersebut terpakai daripada kartunya tertelan.

2. Kartu Tertinggal di Mesin

Kejadian ini ternyata cukup sering terjadi karena beberapa hal misalnya sedang terburu-buru, antrian panjang dan membawa banyak barang atau alasan lainnya. Sebagai langkah pengamanan mesin ATM akan menelan kartu yang tertinggal tersebut sebelum digunakan oleh orang yang tidak berhak.

Jadi pastikanlah untuk memeriksa uang dan kartu sudah kembali di tangan sebelum meninggalkan mesin ATM.

3. Kartu ATM Rusak

Ada banyak alasan sehingga kartu ATM menjadi rusak misalnya chip elektroniknya rusak, kartu melengkung atau retak atau juga karena kadaluarsa. Jika ini terjadi biasanya mesin ATM akan mengatakan kartu tidak bisa digunakan lalu mengeluarkannya kembali.

Namun pada beberapa mesin, kartunya akan langsung ditelan karena alasan keamanan. Dengan begitu kartu memang harus diganti segera.

4. Listrik Padam

Jika terjadi pemadaman listrik saat sedang bertransaksi, mesin akan otomatis menelan kartu untuk tujuan pengamanan rekening dan transaksinya biasanya dibatalkan. Jika pemadaman sejenak kartu mungkin dikeluarkan oleh mesin dan transaksinya batal.

Tapi biasanya saat hal ini terjadi kartunya langsung ditelan sehingga nasabah harus segera melaporkan kejadiannya dan meminta penggantian kartu.

Langkah Pemulihan Jika Kartu Tertelan

Apakah aman jika kartu ATM tertelan? Jangan panik karena Bank akan otomatis memblokirnya dan keadaan ini bisa segera diatasi dengan mudah. Simaklah langkah pemulihannya berikut ini:

1. Segera Melapor

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melaporkannya ke Bank. Jika masih jam operasional dan mesin ATM yang digunakan berada pada cabang Bank yang bersangkutan, nasabah bisa langsung menemui Customer Service untuk mengurus pengambilan kartunya.

Tapi jika masalah ini terjadi sudah di luar jam operasional, nasabah sebaiknya melaporkan kejadian tersebut melalui Call Center agar bisa segera di blokir. Sebutkanlah lokasi mesin ATM tersebut dan waktu kejadian dan jika ingat sebutkan juga transaksi terakhir yang dilakukan.

Yang menjadi sedikit bermasalah adalah jika transaksi dilakukan bukan pada mesin ATM milik Bank terkait atau mesin ATM berada di lokasi luar cabang Bank. Maka pelaporan segera ke Call Center menjadi sangat penting untuk meminta pemblokiran.

Karena itu ada baiknya memiliki data nomor Call Center 24 jam dari Bank yang digunakan agar jika terjadi hal seperti ini atau hal darurat lainnya, nasabah tinggal menghubungi saja. Berikut adalah beberapa nomor Call Center 24 jam dari beberapa Bank terkemuka:

  • Bank BCA : 1500.888 atau WA ke HaloBCA 0811.1500.998.
  • Bank Mandiri : 14000 atau WA ke 0811.8414.000.
  • Bank CIMB Niaga : 14041
  • Bank BNI : 150046 atau WA ke 0811.588.1946.
  • Bank BRI : 14017 atau 1500017 atau WA ke 0812.1214.017.

2. Datang ke Kantor Cabang

Jika kebetulan nasabah melakukan transaksi ATM di mesin yang berada di cabang Bank yang sama dan pada jam operasional, biasanya kartu bisa segera diambil kembali. Walaupun tetap harus mengisi formulir pelaporan di Customer Service.

Tapi jika sudah melewati jam operasional, lakukanlah pelaporan ke Call Center lebih dulu kemudian esok harinya mendatangi kantor cabang tersebut untuk mengurus pengambilan kartu. Atau dalam kasus kartu rusak, nasabah bisa mengurus penggantian kartu baru dan mengaktifkannya langsung.

Jika kejadian terjadi di lokasi tanpa kantor cabang atau di mesin ATM Bank lain, segeralah melapor ke Call Center baru mendatangi kantor cabang Bank nasabah. Mintalah penerbitan kartu baru sebagai pengganti kartu yang tertelan tersebut.

Persyaratan yang harus disiapkan sebelum meminta penggantian kartu sama dengan persyaratan kartu ATM hilang yaitu:

  • Membuat surat laporan polisi.
  • Membawa buku tabungan yang terkait dengan kartu ATM tersebut.
  • Membawa identitas diri sesuai dengan nama di rekening.
  • Membayar biaya kartu baru yang nilainya biasanya tidak besar tapi berbeda pada tiap Bank. Tanyakan saja langsung pada CS saat melakukan pelaporan dan membuat kartu baru.

3. Jaga Kerahasiaan PIN

Jika nasabah tidak bisa langsung ke kantor cabang karena berbagai alasan, sekali lagi laporkan dulu ke Call Center untuk pengamanan. Pertanyaan yang akan diajukan oleh Call Center biasanya terkait nama pada rekening dan kartu ATM juga nomor rekening tabungan.

Jika persamaan datanya sesuai maka CS akan melakukan blokir terhadap rekening nasabah untuk pengamanan. Tapi pengamanan utamanya adalah jangan pernah memberikan nomor PIN pada siapapun. Ini untuk mencegah kemungkinan penyalahgunaan yang tidak bertanggung jawab.

4. Transfer Saldo

Tindakan ini sebenarnya bersifat pencegahan sementara kartu ATM tidak ada, yaitu dengan melakukan transaksi pemindahan saldo menggunakan Mobile Banking atau Internet Banking atau SMS Banking. Saldo dipindahkan ke nomor rekening lain untuk sementara waktu hingga mendapatkan kartu ATM baru.

Saldo bisa dipindahkan ke rekening kedua atau atas nama orang lain, baik Bank yang sama atau berbeda agar nanti bisa ditransfer Kembali. Tentu saja nasabah harus bisa mempercayai orang yang dititipkan saldo agar tidak menjadi masalah baru.

Jadi sebenarnya apakah aman jika kartu ATM tertelan? Jika langsung melapor ke Call Center atau CS Bank sebenarnya tindakan ini sudah aman karena langsung dilakukan pemblokiran. Jadi tidak perlu melakukan tindakan yang merepotkan seperti transfer saldo.



 

0 Comments

Posting Komentar