Cara Mengajukan Pinjaman Bank BJB Jaminan Sertifikat Rumah Agar Disetujui



Bank BJB sudah terkenal di masyarakat dan telah diketahui dapat membantu nasabah mendapatkan kredit usaha kecil atau aneka kredit lainnya selain berfungsi sebagai bank umum. Ada banyak jenis kredit disediakan tergantung tujuan pengajuannya.

Pinjaman Bank BJB jaminan sertifikat rumah bisa diajukan untuk pengembangan usaha, penambahan modal dan aneka kebutuhan lainnya. Jenis kredit yang sesuai adalah Kredit Mikro Utama dan Kredit Usaha Kecil Menengah. Persyaratannya tidak sulit dan prosesnya tidak terlalu panjang.

Kredit Mikro Utama

Sasaran dari produk ini adalah para pelaku usaha baik perorangan maupun aneka badan usaha yang masih dalam tingkatan usaha kecil dan menengah yang membutuhkan pendanaan. Bantuan pendanaan ini dibutuhkan sebagai modal kerja atau untuk pengadaan barang sebagai investasi.

Hal penting yang wajib diperhatikan sebelum mengajukan Kredit Mikro Utama karena walaupun tidak terlalu sulit, banyak hal yang harus dipertimbangkan. Berikut ini penjelasannya:

1. Batas Pinjaman dan Waktu Pengembalian

Besaran kredit yang bisa diajukan berkisar dari lima juta rupiah hingga mencapai Rp. 500 juta. Namun penentuan nilai pinjaman finalnya akan tergantung dari penilaian Bank atas rumah yang dijaminkan setelah dilakukan survei.

Waktu pengembalian berkisar dari satu hingga 5 tahun namun jika nominal pinjaman tidak lebih dari Rp. 50 juta, jangka waktu yang diberikan hanya maksimal 36 bulan saja.

2. Bunga Pinjaman dan Biaya Provisi

Bunga atas pinjaman yang diberikan tergantung dari jangka waktu yang diambil dan apakah nasabah merupakan debitur baru atau debitur lama yang sudah pernah meminjam sebelumnya. Hal ini mempengaruhi besaran bunga yang dikenakan atas pinjaman tersebut.

  • Debitur Baru dengan pinjaman sampai dengan Rp. 100 juta (setara 12% flat) kisaran bunga antara 20,31% (tenor 5 tahun) hingga 21,46% (tenor 1 tahun) dengan bunga tertinggi untuk cicilan 2 tahun sebesar 21,57%.
  • Debitur Baru dengan pinjaman mulai dari di atas seratus juta hingga mencapai Rp. 500 juta, kisaran bunga antara 17,44% (tenor 5 tahun) hingga 18,68% (tenor 1 tahun) dengan bunga tertinggi untuk cicilan 2 tahun sebesar 18,69%.
  • Debitur Top Up dan Mengulang dengan pinjaman hingga Rp. 500 juta diberikan kisaran bunga antara 17,44% (tenor 5 tahun) hingga 18,68% (tenor 1 tahun) dengan bunga tertinggi untuk cicilan 2 tahun sebesar 18,69%.
  • Biaya Provisi yang dikenakan juga berbeda tergantung status debitor, untuk Debitor Baru dikenakan provisi 3%. Namun untuk Debitor Baru Take-Over, Debitor Top-Up dan Mengulang hanya dikenakan provisi 1%.

Kredit Usaha Kecil Menengah

Produk pinjaman Bank BJB jaminan sertifikat rumah ini sasarannya adalah para pelaku usaha yang usahanya telah berjalan paling tidak selama 3 tahun.

Keunggulan produk ini adalah sistem pembayaran yang jangka waktunya lebih panjang yaitu hingga 8 tahun juga batas nominal pinjaman yang lebih besar hingga dua miliar rupiah.

1. Batas Pinjaman dan Waktu Pengembalian

Besaran kredit yang bisa diajukan berkisar dari di atas Rp. 500 juta hingga mencapai Rp. 2 Miliar. Tentu saja penentuan akhir nilai pinjaman yang diberikan akan sangat bergantung dari penilaian Bank atas rumah yang dijaminkan setelah dilakukan survei.

Waktu pengembalian berkisar dari satu hingga 8 tahun namun tergantung dari tujuan pengajuan pinjaman, yaitu:

  • 1-5 tahun untuk kredit modal kerja.
  • 1-8 tahun untuk kredit investasi.
  • Untuk kredit berjangka dan kredit rekening koran diberikan tenor maksimum 12 bulan.

2. Bunga Pinjaman dan Biaya Provisi

Bunga atas pinjaman yang diberikan tergantung dari jangka waktu yang diambil namun tidak membedakan status nasabah apakah debitur baru atau debitur lama. Termasuk biaya provisi semua status debitur dikenakan 1%.

Kisaran bunga yang diberikan berkisar antara 13,25% untuk tenor 8 tahun hingga 15,16% untuk tenor 1 tahun anuitas. Besaran bunga efektifnya adalah sebesar 15,50%.

Lokasi dan Kondisi Rumah yang Dijaminkan

Rumah yang akan dijaminkan untuk pengajuan pinjaman haruslah memiliki nilai yang cukup atau bahkan melebihi nominal pinjaman yang diajukan. Dengan begitu pengajuan nominal pinjaman bisa lebih mudah disetujui. Banyak hal yang mempengaruhi appraisal atas sertifikat dan rumah itu sendiri, yaitu:

  • Rumah berada di lokasi yang mudah dijangkau karena memiliki akses jalan umum.
  • Rumah tidak berada di bawah jalur SUTET atau daerah rawan banjir atau berada di gang sempit.
  • Kondisi rumah sudah terlalu tua.
  • Jenis sertifikat SHM dinilai lebih potensial dibandingkan SHGB atau kepemilikan rumah susun.

Persyaratan Dokumen

Persyaratan dokumen yang harus dipenuhi untuk mengajukan pinjaman Bank BJB jaminan sertifikat rumah ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu dokumen identitas, dokumen usaha dan dokumen agunan atau jaminan yang diberikan. 

Setelah semuanya disiapkan tinggal nanti mengisi formulir pengajuan pinjaman di Bank. Simak detailnya berikut ini:

1. Dokumen Identitas

Untuk dokumen identitas diri yang disertakan bukan hanya atas nama pribadi tapi juga pasangan suami atau istri yaitu:

  • Fotokopi identitas suami dan istri.
  • Foto suami dan istri ukuran 4x6 sebanyak dua buah.
  • Fotokopi kartu NPWP.
  • Fotokopi KK, Akte Nikah/Surat Cerai/Surat Kematian Pasangan.
  • Fotokopi rekening koran atau buku tabungan tiga bulan terakhir.

2. Dokumen Badan Usaha

Untuk dokumen ini yang disertakan bukan saja dokumen lengkap perusahaan tapi juga identitas para pengurusnya yaitu:

  • Akte Pendirian Badan Usaha serta perubahannya (jika ada).
  • Pengesahan atau SK Menkum dan HAM RI serta perubahannya (jika ada).
  • Surat Keterangan Usaha dari instansi terkait.
  • SIUP (khususnya untuk pinjaman mulai Rp. 250 juta), TDP, NPWP Badan Usaha dan Surat Keterangan Domisili.
  • Fotokopi KTP semua pengurus badan usaha termasuk para pemegang sahamnya.

3. Dokumen Jaminan

Untuk dokumen ini yang harus disiapkan adalah sertifikat rumah yang dijaminkan juga termasuk identitas pemilik agunan jika tidak sama dengan orang yang mengajukan pinjaman, yaitu:

  • Sertifikat rumah yang dijaminkan. Bisa dalam status SHM atau SHGB atau Surat Hak Milik Rumah susun.
  • Dokumen pendukung seperti AJB, IMB, HPL, PBB atau dokumen kelengkapan lain yang diminta oleh Bank.
  • Fotokopi KTP suami istri pemilik rumah yang dijaminkan, bila berbeda nama dengan orang yang mengajukan pinjaman.

Proses Pengajuan Pinjaman

Setelah semua dokumen disiapkan hingga lengkap, calon debitur tinggal membawanya ke Bank BJB untuk mengisi formulir pengajuan pinjaman dan memulai prosesnya. Simak detail pembahasannya berikut ini:

  • Nasabah datang ke Bank BJB menemui Customer Service dan mengatakan ingin mengajukan pinjaman.
  • Isilah formulir pengajuan pinjaman sesuai dengan jenis kredit yang dipilih.
  • Setelah semua persyaratan di atas selesai dipenuhi, Bank BJB akan memulai prosesnya. Proses ini akan membutuhkan waktu antara 7 sampai 14 hari kerja.
  • Proses pertama adalah verifikasi semua dokumen yang diberikan pada Bank.
  • Proses kedua adalah proses appraisal yaitu menilai asset rumah yang diberikan untuk menentukan nominal harganya. Perlu ditanyakan apakah ada biaya tambahan untuk ini karena biasanya Bank menyerahkan survei ini kepada jasa appraisal.
  • Jika nilai asset mencukupi atau melebihi nominal pinjaman yang diajukan, biasanya pinjaman akan mudah disetujui.
  • Jika nilai asset tidak mencukupi nominal pinjaman yang diajukan, Bank akan memberikan dua pilihan yaitu menyesuaikan nominal pinjaman atau menolaknya sama sekali.
  • Jika pengajuan telah mendapatkan persetujuan, dana pinjaman akan dicairkan dalam waktu sekitar 7 hari kerja.

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai pinjaman Bank BJB jaminan sertifikat rumah yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan pendanaan pengembangan usaha. Persyaratan yang diminta tidak sulit dan proses pengajuannya tidak menyusahkan. Sobat Quena tinggal mempertimbangkan produk pinjaman mana yang lebih sesuai.




0 Comments

Posting Komentar