Wajib Tahu! Inilah Syarat Kredit Rumah Bagi Yang Belum Menikah Agar Disetujui


Sejak beberapa tahun lalu kebijakan kepemilikan rumah telah diubah sehingga bagi mereka yang belum menikah sudah bisa mengajukan KPR. Asalkan memiliki penghasilan yang cukup untuk melakukan pembelian rumah yang diinginkan dan telah berusia 21 tahun.

Langkah awal biasanya dengan mendatangi kantor pemasaran perumahan yang dituju dan mengajukan keinginan pembelian rumah dengan sistem KPR. Pihak pengembang akan memberikan penjelasan lebih lanjut yang berhubungan dengan tata cara, persyaratan, proses pengajuan dan lainnya.

Umumnya pihak pengembang sudah memiliki kerjasama dengan Bank tertentu untuk melancarkan proses kredit rumah. Namun tidak menutup kemungkinan jika calon pembeli rumah menginginkan kredit dari Bank pilihannya sendiri, hanya saja biasanya prosesnya menjadi sedikit rumit.

Syarat Pertama: Mempersiapkan Persyaratan Pengajuan KPR

Seperti persyaratan pengajuan KPR pada umumnya, syarat kredit rumah bagi yang belum menikah juga tidak jauh berbeda, yaitu:

1. Dokumen Pribadi

Dokumen pribadi adalah segala hal yang menyangkut identitas diri dan kelengkapan lainnya untuk mendukung atau membuktikan kesanggupan pemohon untuk mengajukan kredit. Dokumen yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

  • WNI berusia minimum 21 tahun.
  • Telah bekerja minimum dua tahun.
  • Fotokopi identitas diri seperti KTP, KK dan NPWP.
  • Lampiran Ijazah terakhir.
  • Siapkan bukti penghasilan selama tiga bulan terakhir.
  • Kemudian fotokopi rekening koran atau mutasi buku tabungan 6 bulan terakhir.
  • Jika pemohon adalah wirausaha, siapkan Surat Ijin Usaha atau Akte Pendirian Perusahaan.
  • Fotokopi SPT Tahunan jika dibutuhkan karena beberapa Bank kadang memintanya.

2. Dokumen Rumah

Dokumen rumah adalah segala dokumen yang terkait dengan detail rumah yang diinginkan seperti lokasi, luas rumah, luas tanah dan aneka dokumen pendukung lainnya. Detailnya adalah sebagai berikut:

  • Fotokopi Surat Tanah, bisa SHM atau SHGB.
  • Fotokopi IMB.
  • Fotokopi persetujuan atau kontrak penjualan rumah dari pengembang yang menyebutkan nilai harga jual sesuai kesepakatan.

Syarat Kedua: Memilih Jenis KPR

Dengan diubahnya persyaratan kepemilikan rumah agar mereka yang belum menikah bisa memiliki rumah idaman, Bank juga membuat penyesuaian yang sama. Sehingga banyak jenis KPR yang bisa dipilih sesuai keinginan pemohon yang paling cocok dengan kebutuhannya.

Bank BTN sebagai bank yang memang dikenal sebagai penyedia KPR terjangkau memiliki pilihan yang cukup banyak sebagai alternatif, namun hampir semua Bank bisa memfasilitasi KPR. Prinsip utamanya adalah KPR Subsidi atau Non-Subsidi. Simaklah penjelasannya berikut ini:

1. KPR Subsidi

KPR Subsidi hanya bisa diberikan kepada mereka yang memiliki penghasilan bulanan Rp. 4 juta untuk kepemilikan rumah tapak (landed house) atau yang berpenghasilan bulanan Rp. 7 juta untuk kepemilikan rumah susun.

Disebut KPR Subsidi karena Pemerintah memberikan subsidi bunga dan nilai uang muka sehingga memungkinkan masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah. Nilai uang mukanya adalah 1% dari total harga rumah dengan pengenaan bunga efektif sebesar 5%.

Kriteria rumah yang bisa disertakan dalam KPR Subsidi adalah rumah dengan luas maksimum 36 m2 dengan luas tanah sekitar 60 m2. Dimana rumah tersebut adalah rumah pertama bukan rumah kedua untuk investasi. Juga tidak bisa dipindah-tangankan dalam waktu 5 tahun pertama.

Sayangnya tidak semua pengembang bisa memfasilitasi KPR Subsidi, jadi lebih baik tanyakan dulu sebelum memilih rumah.

2. KPR Non-Subsidi

Untuk KPR Non-Subsidi persyaratannya jelas lebih terbuka karena nantinya terkait dengan kesepakatan yang dibuat dengan pihak pengembang dan Bank. Persyaratan khususnya adalah pemohon memiliki penghasilan minimum Rp. 8 juta dan bisa memilih apakah akan mengambil rumah atau apartemen atau ruko.

Dengan demikian pemohon bisa memiliki lebih banyak alternatif hunian dengan kondisi baru atau lama (second) dan pilihan Bank penyedia KPR-nya. Persyaratan dokumen pribadi tetap sama tapi mungkin ada sedikit perbedaan dalam permintaan dokumen huniannya.

Syarat Ketiga: Menjalani Proses Pengajuan Kredit

Setelah aneka dokumen yang dibutuhkan di atas telah disiapkan, pemohon tinggal membawa semuanya ke Bank yang dituju untuk pengajuan KPR. Proses yang akan berjalan adalah sebagai berikut:

  • Bank akan mengecek kelengkapan dokumen pribadi dan dokumen rumah.
  • Pemohon mengisi formulir pengajuan KPR.
  • Kemudian menyebutkan nominal kredit yang diinginkan dan mendiskusikan skema kredit yang sesuai dengan kemampuan pemohon untuk membayar.
  • Tentukan pengajuan nominal kredit, jangka waktu cicilan dan bunga. Tapi kepastian baru bisa diberikan setelah lolos proses verifikasi.
  • Setelah semuanya lengkap, Bank akan memulai prosesnya.

Proses yang akan dilakukan oleh Bank adalah melakukan verifikasi sebagai penentu kelayakan pemohon dan rumah yang diajukan untuk KPR. Tahapan prosesnya adalah sebagai berikut:

  • Verifikasi dokumen pribadi yang diserahkan oleh pemohon. Biasanya akan menghubungi tempat pemohon bekerja atau melakukan survey tempat tinggal.
  • Melakukan pemeriksaan rekam jejak kredit atas nama pemohon di SLIK OJK.
  • Jika semuanya lolos verifikasi, tahapan selanjutnya dimulai. Ini berarti bahwa jika tidak lolos verifikasi misalnya karena rekam jejak kredit yang kurang bagus di masa lampau, pengajuan akan ditolak.
  • Proses Appraisal. Proses ini akan melakukan penilaian atas harga jual hunian yang dimaksud. Ini akan berhubungan dengan nominal kredit yang akan disetujui Bank.
  • Penentuan Cicilan. Setelah mengetahui nilai hunian yang setelah appraisal, baru akan ditentukan skema kredit yang sesuai. Nominal kredit yang diberikan, jangka waktu cicilan dan bunga terkait. Pilihlah yang sesuai dengan kemampuan membayar cicilan bulanan.
  • Syarat dan Ketentuan yang Berlaku. Pahamilah masalah biaya tambahan seperti biaya administrasi, provisi, Notaris, denda keterlambatan dan penalti pelunasan lebih awal.
  • Metode Pembayaran Cicilan. Pahami cara pembayarannya apakah dipotong langsung dari rekening pribadi atau bisa membayar dengan cara lain misalnya transfer Bank, bayar melalui pihak ketiga seperti gerai retail atau e-commerce.

Syarat Keempat: Membuat Persetujuan dan Akad Kredit

Setelah semua proses di atas disetujui pihak Bank dan Pihak Pemohon, maka Bank akan menunjuk Notaris untuk mengeluarkan Surat Persetujuan Kredit. Perhatikan bahwa biaya Notaris ini biasanya ditanggung oleh Pemohon jadi lakukan negosiasi dengan Notaris-nya.

Surat yang diurus Notaris adalah Perjanjian Kredit antara Bank dan Pemohon, Akte Jual Beli, Balik Nama dan masih banyak lagi. Bukan itu saja tapi Notaris juga harus turut menyaksikan penandatanganan Akad Kredit antara Bank dan Pemohon.

Penandatanganan Akad Kredit harus dihadiri oleh semua pihak yang terkait yaitu Pemohon, Pengembang, perwakilan pihak Bank dan disaksikan oleh Notaris. Kehadiran Pemohon tidak bisa diwakili karena harus memperlihatkan bukti identitas asli kepada Notaris.

Setelah Notaris memeriksa semua dokumen yang berhubungan dengan hunian yang dimaksud lalu memberikan Surat Tanda Terima Dokumen pada Pemohon. Surat ini melampirkan fotokopi semua dokumen terkait rumah karena dokumen aslinya dipegang Bank sebagai jaminan.

Demikianlah penjelasan mengenai syarat kredit rumah bagi yang belum menikah lengkap dengan langkah pengajuan dan proses kreditnya. Semua hal ini wajib diketahui pemohon yang ingin mengajukan kredit kepemilikan rumah sebagai pertimbangan kesiapan menghadapi semua tahapan persyaratan kredit rumah.


 

0 Comments

Posting Komentar