trending

Dugaan Keracunan MBG di Anambas Kepri, 155 Siswa PAUD hingga SMP Dirawat di RS dan Puskesmas

Jumat, 17 April 2026 | 16:12 WIB
Dugaan keracunan MBG di Anambas, Kepri. ((TikTok/datambg))

Quena.id - Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat.

Insiden tersebut menimpa sedikitnya 155 siswa mulai dari tingkat PAUD hingga SMP di wilayah Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.

Peristiwa ini diduga berkaitan dengan menu MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Asuk pada Rabu, 15 April 2026.

Tidak hanya siswa, sejumlah orang tua juga dilaporkan mengalami gejala serupa setelah diduga turut mengonsumsi makanan yang sama.

Ratusan Korban Mendapat Perawatan di Fasilitas Kesehatan

Dalam kejadian ini, para korban mendapatkan penanganan di dua fasilitas kesehatan, yakni RSUD Palmatak dan Puskesmas Siantan Tengah.

Baca Juga: Seluruh Kru dan Penumpang Helikopter yang Jatuh di Sekadau Tewas, Tim SAR Gabungan Tuntaskan Evakuasi

Sebanyak 114 orang dirawat di RSUD Palmatak, dengan 110 di antaranya telah diperbolehkan pulang, sementara 4 lainnya masih menjalani perawatan intensif.

Di sisi lain, sekitar 41 korban dirawat di Puskesmas Siantan Tengah, di mana 26 orang sudah kembali ke rumah.

Sementara itu, 15 pasien lainnya masih menjalani perawatan lebih lanjut untuk memulihkan kondisi kesehatan mereka.

Pemeriksaan Laboratorium terhadap Menu MBG

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Anambas, Feri Oktavia, menyampaikan bahwa penyebab pasti dari keracunan tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Ia menjelaskan bahwa sampel makanan dari menu MBG yang dikonsumsi telah dikirim ke Batam untuk dilakukan pengujian lebih lanjut.

Ia menyebutkan bahwa sampel tersebut akan diperiksa di BPOM atau Laboratorium Kesehatan Masyarakat guna memastikan faktor penyebab kejadian tersebut.

Sementara itu, SPPG Air Asuk yang bertanggung jawab atas distribusi menu tersebut untuk sementara waktu dihentikan operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Langkah ini diambil sebagai bagian dari proses evaluasi sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Halaman:

Tags

Terkini