trending

Viral Aksi PKL di Jaktim Angkat Balita ke Truk Satpol PP saat Penertiban Lapak Tuai Kecaman

Senin, 13 April 2026 | 16:04 WIB
Menyoroti insiden pedagang kaki lima (PKL) yang protes keras aparat oknum Satpol PP di Ciracas, Jakarta Timur. ((Instagram.com/@gmki.palangkaraya))

Quena.id - Sejumlah warganet tengah ramai membicarakan insiden saat penertiban pedagang kaki lima (PKL) oleh oknum aparat Satuan Polisi Pamong Praja di kawasan Jakarta Timur.

Peristiwa tersebut diketahui berlangsung di sepanjang Jalan Raya Bogor, Ciracas, pada Kamis siang, 9 April 2026.

Situasi penertiban berubah menjadi ricuh setelah seorang pedagang buah diduga melakukan aksi nekat dengan mengangkat anak balitanya ke atas truk milik Satpol PP sebagai bentuk perlawanan terhadap penertiban lapaknya.

Kejadian ini kemudian menuai sorotan dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Palangkaraya yang mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap oknum petugas yang terlibat.

Baca Juga: Viral Surat Diduga dari SMAN 1 Ciemas ke SPPG, Tolak Guru Terlibat Distribusi MBG hingga Muncul Tudingan Ambil Jatah

"Kami mengecam keras tindakan arogansi yang dilakukan oleh oknum Satpol PP dalam menjalankan tugasnya di tengah masyarakat," tulis GMKI sebagaimana dikutip dari postingan Instagram resminya, @gmki.palangkaraya, pada Minggu, 12 April 2026.

Lalu, bagaimana rangkaian kejadian ini hingga memicu reaksi luas di media sosial? Berikut penjelasannya.

Dugaan Tindakan Semena-mana

Dalam pernyataannya, GMKI menilai adanya dugaan tindakan represif, intimidatif, serta kurang mengedepankan sisi kemanusiaan oleh oknum Satpol PP di Jaktim.

"(Hal itu) merupakan bentuk penyimpangan dari prinsip penegakan ketertiban yang seharusnya mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis," terangnya.

GMKI menegaskan bahwa peran Satpol PP sebagai penegak Peraturan Daerah tidak seharusnya dijalankan dengan cara-cara yang merugikan masyarakat.

"Setiap tindakan yang melanggar nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia adalah bentuk kegagalan dalam memahami fungsi pelayanan publik," tegasnya.

"Kami menuntut evaluasi menyeluruh terhadap oknum Satpol PP yang terlibat," sambung GMKI.

Penertiban yang Berujung Ricuh

Berdasarkan keterangan di lapangan, insiden tersebut bermula saat petugas Satpol PP melakukan penertiban rutin terhadap lapak yang dinilai melanggar aturan ketertiban umum.

Dalam video yang beredar, suasana mulai memanas ketika petugas berusaha mengamankan barang dagangan milik seorang pedagang buah yang menolak ditertibkan.

Halaman:

Tags

Terkini