trending

Viral 27 Mahasiswi-Dosen Diduga Jadi Korban Pelecehan di FH UI, Akankah Kampus Beri Hukuman Setimpal?

Rabu, 15 April 2026 | 14:56 WIB
Menyoroti penuturan kuasa hukum korban dugaan kasus pelecehan di FH UI terkait beredarnya isi chat mesum yang sempat viral di medsos ((Instagram.com/@pandemictalks))

Kuasa Hukum: Bukan Bocor, tapi Perjuangan

Pada kesempatan yang sama, Timotius menjelaskan bahwa korban sempat merasa ragu untuk melapor karena khawatir tindakan tersebut dianggap sebagai hal yang biasa oleh masyarakat.

"Korban merasa apabila dinaikkan ketika itu, apakah masyarakat akan menilai bahwa hal ini sangat wajar. Ini hal yang lumrah dilakukan dan korban didiskreditkan," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keberanian korban untuk bersuara merupakan hasil perjuangan panjang yang telah berlangsung lebih dari satu setengah tahun.

"Jadi jangan dianggap bocor (isi chat pelecehan dalam grup pelaku) yang tidak jelas. Ini perjuangan lebih dari 1,5 tahun lamanya," tegasnya.

Minta Kampus Beri Hukuman Setimpal

Seiring mencuatnya kasus ini, pihak kuasa hukum korban meminta agar kampus menjatuhkan sanksi tegas kepada para terduga pelaku, termasuk kemungkinan drop out (DO).

Menurut Timotius, sanksi tersebut layak dipertimbangkan karena tindakan yang dilakukan dinilai telah menciptakan rasa tidak aman di lingkungan kampus.

"Drop out merupakan sanksi yang diberikan ketika seorang mahasiswa dianggap tidak layak berkuliah di situ," terangnya.

"Alasannya banyak, mereka membuat perasaan tidak aman, dia berbahaya bagi mahasiswa lainnya, dapat mencederai nilai universitas. Saya rasa semua unsur itu sudah terpenuhi," imbuh Timotius.

27 Mahasiswi-Dosen Diduga Jadi Korban

Timotius menyebut jumlah korban dalam kasus ini mencapai 27 orang, terdiri dari 20 mahasiswi dan 7 dosen perempuan.

"Korban saya yang saya wakili terdapat 20 orang. Itu baru yang saya wakili, semuanya mahasiswa. Dari unsur dosen, terakhir saya dengar ada 7 orang," bebernya.

Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan jumlah korban bisa bertambah, mengingat ada pihak-pihak yang mungkin belum menyadari bahwa dirinya menjadi sasaran dalam percakapan tersebut.

Timotius menilai, ada kemungkinan sebagian korban belum tercatat karena tidak mengetahui bahwa mereka dibicarakan dalam grup chat yang dimaksud.

"Dan ini masih banyak korban-korban lain yang bahkan mereka sendiri mungkin enggak tahu mereka diomongin (dalam grup chat)," tandasnya.

Sampai saat ini, pihak kampus belum memberikan pernyataan lanjutan terkait perkembangan kasus dugaan pelecehan yang melibatkan mahasiswa di FH UI tersebut.***

Halaman:

Tags

Terkini