Quena.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Sorotan muncul setelah adanya dugaan makanan yang dibagikan kepada siswa SMPN 1 Dayeuhkolot pada Selasa, 7 April 2026, dalam kondisi tidak layak konsumsi.
Berdasarkan unggahan Instagram @maju.idn pada Rabu, 8 April 2026, peristiwa ini mencuat usai beredarnya video di grup WhatsApp warga yang memperlihatkan sejumlah siswa mengembalikan paket makanan MBG.
Dalam rekaman tersebut, para siswa mengaku mencium bau tidak sedap dari makanan yang mereka terima.
"Bau kelek (ketiak)," begitu kata sejumlah siswa SMPN 1 Dayeuhkolot di lokasi.
Setelah ditelusuri, makanan tersebut diketahui diproduksi oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Citeureup yang berada di Jalan Pasigaran, Citeureup, Bandung.
Lalu, seperti apa kronologi para siswa SMPN 1 Dayeuhkolot hingga memutuskan mengembalikan ompreng MBG yang telah dibagikan? Berikut penjelasannya.
Menu Rendang hingga Buah Melon
Mengacu pada informasi di lapangan, paket MBG yang dibagikan saat kejadian berisi nasi putih, ayam rendang, tempe orek, acar timun dan wortel, serta potongan buah melon.
Program tersebut diketahui menyasar sekitar 2.874 penerima manfaat.
Jumlah itu mencakup pelajar dari berbagai jenjang pendidikan serta masyarakat melalui layanan posyandu.
SPPG Citeureup Disidak
Menanggapi laporan yang beredar, unsur Forkopimcam Dayeuhkolot segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur SPPG.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Camat Dayeuhkolot Asep Suryadi bersama Kapolsek Dayeuhkolot AKP Triyono Raharja, Babinsa Koramil 2407 Asep Sopian, serta perwakilan dari pemerintah desa setempat.
"Petugas melakukan pemeriksaan di lokasi dapur SPPG terkait proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan," tulis postingan serupa.