Korban juga mengungkapkan bahwa hampir setiap kali melakukan aktivitas di area belakang rumah, respons berupa ketukan keras pada tembok kerap terjadi.
“Setiap saya beraktivitas seperti mandi, nyuci, nyapu, atau masak dia pasti selalu marah dengan getok-getok tembok di sebelah, kebetulan kamar mandi dan dapur bersebelahan dengan kamar dia,” paparnya.
Munculkan Trauma pada Korban
Dari unggahan terbaru di Instagram Story, istri korban mengaku mengalami tekanan psikologis yang cukup berat hingga merasa takut untuk beraktivitas pada malam hari, bahkan hanya untuk pergi ke dapur.
Hal tersebut disampaikan melalui pesan yang ia kirimkan kepada pasangan WNA tersebut.
“Mbak aku yang belum bisa damai. Mbak nggak tau gimana aku di sini beberapa bulan ini, nggak ada yang tau gimana tertekannya aku mau beraktivitas mbak,” tulisnya dalam isi pesan itu.
“Sampai aku marahin anakku terus kalau dia berisik, suamiku lewat jam 10 nggak aku kasih dia ke dapur walaupun cuma ambil air, itu karena aku bener-bener ketakutan sendiri mbak,” sambungnya.
Ia menegaskan bahwa langkah hukum tetap akan ditempuh untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Sementara itu, berdasarkan keterangan resmi pihak kepolisian pada Jumat, 10 April 2026, WNA asal Italia tersebut telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Sat Reskrim Polresta Denpasar.***