Viral Puluhan Ompreng MBG di Sekolah Lampung Dibiarkan, Menu Telur dan Salak Diduga Sudah Kedaluwarsa

photo author
- Senin, 13 April 2026 | 15:45 WIB
Menyoroti insiden viral terkait temuan paket menu MBG di sekolah pada wilayah Tulang Bawang, Lampung yang diduga tak layak konsumsi.  ((Instagram.com/@undercover.id))
Menyoroti insiden viral terkait temuan paket menu MBG di sekolah pada wilayah Tulang Bawang, Lampung yang diduga tak layak konsumsi. ((Instagram.com/@undercover.id))

Quena.id - Beredar sebuah video di media sosial yang memperlihatkan puluhan ompreng berisi makanan bergizi gratis (MBG) diduga sudah tidak layak dikonsumsi oleh siswa di wilayah Tulang Bawang.

Temuan tersebut sebelumnya muncul dalam kegiatan monitoring yang dilakukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Rawajitu Selatan, Tulang Bawang, pada Rabu, 8 April 2026.

Dalam unggahan akun Instagram @undercover.id pada Minggu, 12 April 2026, terlihat sebagian besar ompreng MBG itu tidak disentuh oleh siswa karena diduga telah melewati masa konsumsi yang seharusnya.

Baca Juga: Viral Curhat Seorang Ibu di Lampung, Anak Diduga Terjerat Judol hingga Tinggalkan Utang Rp19 Juta

"Makanan banyak yang sisa, bahkan tidak sedikit yang tak disentuh siswa," demikian tertulis dalam postingan tersebut.

Lalu, bagaimana awal mula temuan paket MBG di sekolah Lampung ini? Berikut rangkuman kejadiannya.

Wabup Tulang Bawang: Ini Mubazir

Berdasarkan informasi di lapangan, rombongan pejabat daerah langsung menyoroti tumpukan ompreng MBG yang ditemukan di lokasi.

Wakil Bupati Tulang Bawang, Hankam Hasan, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, segera meminta petugas Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk dipanggil.

"Coba mana SPPI nya, panggil, ini mubazir (terbuang sia-sia)," kata Hasan di lokasi kejadian.

Sebagai informasi, SPPI merupakan petugas yang berada di bawah Badan Gizi Nasional dan Kementerian Pertahanan, yang bertugas mengoordinasikan pelaksanaan SPPG di berbagai daerah.

Menu Telur Ceplok hingga Salak

Dalam kejadian ini, para pejabat menyayangkan banyaknya ompreng MBG yang tersisa bahkan tidak dimakan sama sekali oleh siswa.

Hasan kemudian menyoroti kualitas menu yang disajikan, seperti telur ceplok dan buah salak yang diduga sudah tidak segar.

"Telur ceplok itu kalau terlalu lama tidak baik, mungkin bisa diganti telur yang direbus," paparnya.

"Kemudian ini buah salak, saya sudah ingatkan berkali-kali, bisa saja terlihat dari luar bagus tapi ternyata di dalamnya busuk," imbuh Hasan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Septyna Feby Nurmala

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X