Viral Pencopetan di Bus TJ Arah Balai Kota Jakarta, Korban Hanya Bisa Pasrah Saat Ponsel Terlacak Dibawa OTK

photo author
- Kamis, 16 April 2026 | 15:25 WIB
Menyoroti kasus pencopetan yang dialami seorang penumpang di Bus TransJakarta arah Balai Kota DKI Jakarta hingga viral di medsos. ((Instagram.com/@jakarta.terkini))
Menyoroti kasus pencopetan yang dialami seorang penumpang di Bus TransJakarta arah Balai Kota DKI Jakarta hingga viral di medsos. ((Instagram.com/@jakarta.terkini))

Quena.id - Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan pengakuan seorang pria yang diduga menjadi korban pencopetan di dalam bus TransJakarta (TJ) dengan rute menuju Balai Kota DKI Jakarta.

Dalam unggahan Instagram @jakarta.terkini pada Kamis, 16 April 2026, terlihat pria tersebut menjelaskan kronologi kejadian yang dialaminya saat berada di dalam bus.

"Kecopetan HP di TransJakarta 6A, Naik 6A dari Halte Underpass Kuningan ke arah Balai Kota," demikian tertulis dalam postingan tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa ponselnya hilang setelah didekati oleh orang tak dikenal (OTK) selama perjalanan.

Baca Juga: Viral Warga Cikarang Ungkap Pintu Rumah Sering Digedor Sambil Diminta Rp25.000, Menolak Justru Dimarahi

Lantas, bagaimana awal mula insiden pencopetan di dalam bus TransJakarta ini terjadi hingga akhirnya viral di media sosial? Berikut ini ulasannya.

Baru Sadar di Jembatan Ciliwung

Dalam keterangan unggahan tersebut, disebutkan bahwa peristiwa itu terjadi pada Rabu, 15 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB di bus koridor 6A menuju Balai Kota DKI Jakarta.

Korban diketahui naik dari halte underpass Kuningan tanpa mencurigai adanya hal ganjil.

Ia baru menyadari ponselnya hilang saat hendak melintasi jembatan penyeberangan di kawasan Kali Ciliwung.

"Sadar pas mau naik jembatan itu, langsung panik dan cek Find My iPhone," ungkap korban.

Ponsel Terdeteksi di Tangan OTK

Berdasarkan hasil pelacakan, ponsel tersebut sempat terdeteksi berada di tangan orang tak dikenal di sekitar Halte Rasuna Said.

Tak lama kemudian, posisi perangkat bergerak ke arah selatan menuju kawasan Mampang.

Pergerakan lokasi terus berubah, sempat terpantau berpindah jalur di sekitar perempatan Kuningan, lalu bergerak ke arah barat dan sempat mengarah ke kawasan GBK.

Korban menduga pelaku berpindah ke armada lain, kemungkinan menggunakan koridor 9C.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Septyna Feby Nurmala

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X