Respons dari Karyawan Mie Gacoan
Pegawai tersebut kemudian menanggapi dengan mempertanyakan dasar keputusan yang diberikan kepadanya.
"Kan hanya minta off, Pak, apa salah ya kalau memang tidak bisa cuti," terangnya.
Banyak warganet menilai respons dari atasan tersebut tidak menunjukkan empati dan dianggap tidak sejalan dengan prinsip perlindungan tenaga kerja, terlebih dalam kondisi mendesak terkait keluarga.
Setelah percakapan itu viral, pihak manajemen akhirnya memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar di media sosial.
Supervisor Akhirnya Minta Maaf
Dalam unggahan terpisah, muncul video klarifikasi dari supervisor yang bersangkutan setelah kasus tersebut ramai diperbincangkan.
"Berkaitan dengan chat WA saya, saya meminta maaf kepada pihak yang bersangkutan, dan meminta maaf kepada seluruh pihak yang dirugikan," terangnya sebagaimana dilansir dari postingan yang sama.
"Saya menyadari melakukan hal yang tidak sepatutnya dalam hal ini, yaitu memaksa tim saya untuk mengundurkan diri, dan bertindak melebihi batas kewenangan saya sebagai supervisor," tandasnya.
Sampai berita ini dipublikasikan, belum ada pernyataan lanjutan dari pihak pegawai terkait klarifikasi yang disampaikan manajemen Mie Gacoan di Kota Medan tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi sorotan mengenai pentingnya keseimbangan antara kepentingan perusahaan dan hak pekerja, terutama saat menghadapi kondisi darurat dalam keluarga.***